twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Showing posts with label Luwu. Show all posts
Showing posts with label Luwu. Show all posts

Saturday, February 23, 2019

Agama, Tradisi dan Kesenian dalam Manuskrip La Galigo

Oleh: NURHAYATI RAHMAN

Manuskrip Sureq Galigo dari abad ke-19 sumber: wikipedia
Manuskrip La Galigo adalah warisan orang Bugis. Ia pada intinya mengandungi empat aspek: keagamaan, kitab suci, tradisi dan kesenian.

Sebelum menganut Islam, orang Bugis mempercayai ajaran daripada La Galigo bahwa Dewa tertinggi mereka adalah Patotoqé yang bermukim di Boting langiq dan Dewi Sinauq Toja yang bermukim di Buri Liu. Kepercayaan itu telah melahirkan upacara dan tradisi yang sampai kini masih dapat ditemui dalam kebudayaan orang Bugis, penjaga dan penyelamat La Galigo adalah Bissu dan Sanro.

Tuesday, February 12, 2019

CERITRA SAWERIGADING 2 (Versi Group Sejarah Tanah Luwu)



Cerita berikut kita arahkan di negeri Pujananti Sunra Riaja, tempat tinggalnya Toballa Unnyi Nyili'Meyong

Gbr: Ilustrasi Sawerigading
by: Musly Anwar
Selanjutnya perhatian kita arahkan kepada sebuah kerajaan/negeri Pujanting Sunra Riaja, tempat bermukimnya Toballa Unnyi'Meyong, raja yang amat besar kekuasaannya di negeri Pujananting. Baginda bermaksud dan bertekad untuk menyerang I La Galigo serta mengacaukan tanah Ugi, sebab sudah tersebar kemana-mana akan perilaku I La Galigo bersama segenap sepupunya yang macobo-cobo; maccariwakka dari anak datu yang tujuh puluh orang itu. Tidak segan terhadap sesamanya raja. Hanya diri merekalah dianggapnya raja dikolong langit. Manakala ayam jago miliknya membunuh ayam jago lawannya, maka segera merekapun memenangkan pertaruhan dan sewaktu-waktu ayam jagonya terbunuh maka iapun akan memenggal ayam jago milik lawannya.

CERITRA SAWERIGADING 1 (Versi Group Sejarah Tanah Luwu)


Story About Sawerigading 

Gbr: Ilustrasi pentas seni 
by: Musly Anwar
Sejarah Luwu tidak dapat dilepaskan dari tokoh Sawerigading. Meski sebagian orang menganggap tokoh Sawerigading hanya sebuah mitos belaka. Buku Keadatuan Luwu Perspektif Arkeologi, Sejarah, dan Antropologi karya Moh Ali Fadillah dkk menjelaskan tentang silsilah Sawerigading. Sawerigading adalah putra dari Batara Lattu dan We Opu Senggeng. Sementara Batara Lattu adalah putra dari Batara Guru dan We Nyilik Timok. Sawerigading memiliki saudara kembar perempuan yang bernama We Tenri Abeng. Setelah dewasa, Sawerigading menikah dengan I We Cudai. Hasil dari perkawinannya ini melahirkan I Lagaligo, I Tenridio`, dan Tenribalobo. Ia juga mempunyai anak bernama We Tenriwaru dari hasil pernikahannya dengan I We Cimpau.




Tuesday, December 15, 2015

SILSILAH RAJA-RAJA LUWU (Versi Group Diskusi Sejarah Tanah Luwu)



Silsilah Raja-Raja Luwu
By Rasyiqul Ariqin Azzari on Monday, April 27, 2015 at 12:11pm

AKU Anak Siapa?
"..saya orang Bone, turunan para pemberani! Penakluk Se-Sulawesi ..", katanya. "Saya orang Luwu, turunan dari kayangan !. Kalian para orang Bone hanyalah turunan pengawal nenek moyang kami !", timpal orang Luwu pula. "Hei, kalian tidak perlu bertengkar. Walau bagaimanapun, kamilah orang Gowa, turunan wangsa paling berkuasa dan lebih perkasa dari nenek moyang kalian !", sergah orang Gowa. "Uh, perkasa apanya ?!. Nenek moyang orang Gowa hanyalah masyarakat primitif belaka, andai tidak belajar Ilmu Tata Negara ke La MungkacE Touddama di Wajo..", sahut orang dari Wajo. "..apa gunanya keperkasaan dan kepintaran tanpa adab yang tertata ?! Ingat, kamilah orang Soppeng yang terlahir di negeri para orang beradab..", kata orang Soppeng tidak mau kalah pula. "Semuanya omong kosong belaka, sehebat-hebatnya nenek moyang kalian yang terkenal suka memulai perang itu, namun semuanya selalu meminta bantuan di Sidenreng !", cemooh orang Sidenreng. "Betul itu.. lalu kalau sudah terdesak di arena pertempuran, toh mereka larinya ke Suppa juga..", sahut orang Suppa membenarkan.

MENGHITUNG PERIODE SILSILAH KEDATUAN LUWU (TREAD SEJARAH TANAH LUWU)



MERETAS SILSILAH MENGHITUNG PERIODE
Oleh : Amee Zmck

Sebagaimana kita ketahui bahwa Silsilah yg selama ini di pakai untuk menghitung periode eksiistensi raja raja yang pernah ada di Kedatuan Luwu banyak menimbulkan salah persepsi utamanya orang orang awam yang tidak melihat secara arif adanya era pariyama yang di riwayatkan dalam silsilah.