twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Tuesday, February 12, 2019

CERITRA SAWERIGADING 2 (Versi Group Sejarah Tanah Luwu)



Cerita berikut kita arahkan di negeri Pujananti Sunra Riaja, tempat tinggalnya Toballa Unnyi Nyili'Meyong

Gbr: Ilustrasi Sawerigading
by: Musly Anwar
Selanjutnya perhatian kita arahkan kepada sebuah kerajaan/negeri Pujanting Sunra Riaja, tempat bermukimnya Toballa Unnyi'Meyong, raja yang amat besar kekuasaannya di negeri Pujananting. Baginda bermaksud dan bertekad untuk menyerang I La Galigo serta mengacaukan tanah Ugi, sebab sudah tersebar kemana-mana akan perilaku I La Galigo bersama segenap sepupunya yang macobo-cobo; maccariwakka dari anak datu yang tujuh puluh orang itu. Tidak segan terhadap sesamanya raja. Hanya diri merekalah dianggapnya raja dikolong langit. Manakala ayam jago miliknya membunuh ayam jago lawannya, maka segera merekapun memenangkan pertaruhan dan sewaktu-waktu ayam jagonya terbunuh maka iapun akan memenggal ayam jago milik lawannya.

Friday, December 18, 2015

BATIK BATAK GORGA


MENGEBAL KEINDAHAN BATIK BATAK GORGA
oleh Hijrah Saputra di Kamis, Oktober 02, 2014

Gmbr Ilustrasi Rumah Bolon Batak
Sumber : Mardi pakpahan - Google+
Nama batiknya adalah Batik Gorga Batak. Gorga sendiri berarti corak, motif dan gambar ukiran yang ada di bagian luar Rumah Adat Batak Toba (Rumah Bolon) ataupun alat musik seperti gendang, serunai, dan kecapi.

TINGKATAN SOSIAL ORANG TORAJA

TINGKATAN SOSIAL ORANG TORAJA
By Yohanis Tappi on Tuesday, June 4, 2013 at 3:46pm

Orang Toraja mengenal tiga tingkatan sosial dalam masyarakatnya baik dalam aktivitas pemeliharaan adat, upacara-upacara keagamaan, sikap, maupun tutur bahasa masing-masing mempunyai disiplin sendiri.

MAYAT BERJALAN

MISTERI MAYAT BERJALAN DI TORAJA, SUL-SEL
By Yohanis Tappi on Tuesday, June 4, 2013 at 8:41pm


Sekitar tahun 1905 telah ditemukan mayat manusia yang utuh, tidak busuk sampai sekarang. Mayat itu tidak dibalsem seperti jang dilakukan orang-orang Mesir Purba bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh.

Thursday, December 17, 2015

UPACARA PERNIKAHAN SUKU TORAJA



Mengenal Upacara Pernikahan Suku Toraja
By Yohanis Tappi on Friday, June 21, 2013 at 12:39pm


Perkampungan suku Toraja (sumber: MakassarTravel)

Toraja adalah salah satu suku yang mendiami jazirah Sulawesi, mereka sebagian besar berdiam di kabupaten yang bernama Tana Toraja dan Toraja Utara, sekitar 350 km sebelah utara kota Makassar ibukota propinsi Sulawesi Selatan.

PROSES PENDIRIAN TONGKONAN DAN PEMAKNAANNYA DALAM MASYARAKAT TORAJA



PROSES PENDIRIAN TONGKONAN DAN PEMAKNAANNYA DALAM MASYARAKAT TORAJA
By EP on Tuesday, December 2, 2014 at 7:49am


Sejarah datangnya nenek moyang orang toraja di daerah Lepongan Bulan Tana Matarik Allo sdh menjelaskan bahwa leluhur itu datang sebagai To Arroan atau iring-iringan perahu atau lembang. 

Mereka menyebar masing-masing memilih tempat tinggal di dataran tinggi yg kita kenal dgn gunung atau buntu.

ASAL USUL ORANG TORAJA



ASAL-USUL ORANG TORAJA
By EP on Tuesday, December 2, 2014 at 7:43am


Puang Matua (Sang Pencipta) menurunkan Aluk yang dinamakan “Sukaran Aluk (Sukaran=aturan, Aluk=agama)”. Bersamaan dengan itu diciptakan nenek manusia pertama Datu La Ukku’. Puang Matua menciptakan segala isi bumi ini, dan menciptakan delapan unsur atau makhuk diatas langit melalui suatu tempat ciptaan yg disebut “Saung Sibarrung” (semacam alat tiup saxophone ).

Monday, December 14, 2015

RAMBU SOLO` (Upacara Kematian di Tana Toraja)



RAMBU SOLO`: UPACARA KEMATIAN DI TANA TORAJA
 
A. Pengertian

Rambu Solo` adalah upacara pemakaman yang berada di Tana Toraja. Upacara ini merupakan adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun-temurun ini mewajibkan keluarga yang ditinggal mati membuat pesta besar sebagai penghormatan terakhir kepada mendiang yang telah pergi.

BADONG (Sebuah Tari dan Nyaynyian Kedukaan di Tana Toraja)



BADONG (Sebuah Tari dan Nyaynyian Kedukaan di Tana Toraja)

Pengertian Badong

Gmbr Ilustrasi Ma` Badong,
Sumber : galampang.wordpress.com
Badong adalah warisan kebudayaan yang telah diwariskan turun-temurun oleh penduduk asli dan keturunan suku Toraja sejak berabad-abad yang lalu. Karena kekhasan, fungsi dan peranan, serta nilai kebudayaan untuk bersama-sama mendoakan orang yang telah meninggal membuat ma’badong masih bertahan hingga sekarang, bahkan sering dilaksanakan.

Saturday, December 12, 2015

SULAPA` EPPA` (FALSAFAH ALAM RAYA) DAN AWAL MULA BENTUK AKSARA LONTARA



Sulapa' Eppa' : Falsafah Alam Raya Dan Awal mula bentuk aksara Lontara
Orang Bugis-Makassar (juga orang Luwu', Mandar dan Toraja), mengenal kosmologi ruang yang mencerminkan suatu pandangan terhadap dunia. Pandangan tersebut dikenal dengan Konsep Sulappa Eppa' Wala Suji (segi empat belah ketupat). Menurut Budayawan Mattulada, Sulapa' Eppa' diambil dari walasuji sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Sulapa Eppa dalam wacana klasik kepercayaan Bugis-Makassar memiliki banyak makna.

Friday, December 4, 2015

TORAJA, SETIAP INCI TANAHNYA BERNAPAS

Tulisan ini kami ambil dari catatan yang di publikasikan oleh Mbak Titik di blog kartitiani.wordpress.com, kayaknya menarik, sengaja kami sajikan kepada pembaca, semoga ada hikmah dan bermanfaat :)

Lanskap sawah di Batutumonga
sumber: kartitiani.wordpress.com
ceritanya bermula dari ....March 21, 2014
Kemarin sore saya buka email dari Mbak Dinny Jusuf, founder Toraja Melo. Katanya singkat:
Hello Titik, Danny sedang mengukir tanah lagi! Tengokin ya setahun lagi.
Salam dari kampung di atas awan!
Hah, kampung di atas awan! Itu rumah Mbak Dinny di Batutomonga, Toraja. Terbayang kembali, hangat kopi toraja yang kami (saya, Risang Yuwono, Anda, Fahmi, dan David Valentino) nikmati senja itu. Sebuah teras yang terletak di lereng bukit, dan memang awan seperti berjalan di kaki kita. Kopi toraja yang dipetik dari tanah di kaki kami, di antara hamparan padi bertingkat, padi organik yang dibudidayakan petani di Toraja.

SEMANGKUK NASI DARI TORAJA

Petani padi di Batutumonga
sumber: kartitiani.wordpress.com
Tulisan ini semoga bermanfaat kami kutip dari sumber : kartitiani.wordpress.com. selamat membaca :)
Batutumonga, 1100m dpl, demikian tinggi tempat ini. Motor dari rental yang saya pinjam dari Rantepao, pusat kota, membawa saya ke Desa Batutumonga, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja. Sebuah warung kopi sederhana yang menghadap kemewahan hamparan sawah bertingkat. Teknik bertanam awalnya bukan dipersembahkan untuk mata yang memandang, tapi siasat petani untuk menjawab lahan miring agar tetap bisa ditanami padi. Tapi pemahatan bala batu (terasering) yang dilakukan petani memberikan pemandangan yang keindahannya hanya bisa disaksikan langsung. Bahkan piksel kamera tak cukup mampu menyimpan dengan tepat benar.

Thursday, December 3, 2015

SAWAH DI TANAH TORAJA

gbr ilustrasi area persawahan di batutumonga tanah toraja
sumber: www.torajaparadise.
Sawah di Tana Toraja yang disebut uma, terdiri atas dua jenis, yaitu sawah tadah hujan dan sawah pengairan. Sawah tadah hujan adalah sawah yang pengairannya hanya mengharapkan dari turunnya hujan sedangkan sawah pengairan adalah sawah yang pengairannya dari sumber air di sekitar persawahan tersebut baik dari mata air yang ada di sekitar sawah, dam kecil atau dari sungai-sungai kecil atau besar yang melintasi sawah tersebut.

TUJUAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya. Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi Komunikasi Lintas Budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.

ISTILAH BUDAYA YANG PENTING

Untuk membantu memahami perbedaan budaya perlu kita untuk memperhatikan beberapa istilah budaya yang penting, hal-hal berikut :

a. Subkultur atau mikrokultur

Dalam masyarakat besar terdapat suatu budaya besar yang dominan yang sama, dan terdapat di dalamnya sub-kelompok yang punya ciri yang berbeda dengan sub lainnya. Hal ini diklasifikasikan berdasarkan usia, kelas sosial, jenis kelamin, ras atau entitas pembeda lainnya.

KARAKTERISTIK KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

Karakter lintas Budaya antara lain :

1. Komunikasi dan bahasa
Sistem komunikasi, verbal dan non- verbal, satu unsur yang membedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Ada sekitar 15 bahasa utama atau lebih dan tiap –tiapnya terdapat dialek, logat, jargon dan ragam lainnya. Belum lagi gerak gerik bahasa tubuh yang mingkin universal namun beda makna secara lokal atau kultural.

TEORI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

TEORI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
Philipsen (dalam Griffin, 2003) mendeskripsikan budaya sebagai suatu konstruksi sosial dan pola simbol, makna-makna, pendapat, dan aturan-aturan yang dipancarkan secara mensejarah. Pada dasarnya, budaya adalah suatu kode.

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

DEFINISI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
Definisi yang pertama dikemukakan didalam buku “Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).

Tuesday, December 1, 2015

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI PAPUA

Jejak Merah Telapak Tangan Distrik Kokas Fakfak
sumber : sarangenje.wordpress.com
Orang-orang tua dahulu menganggap lukisan gua prasejarah itu dibuat oleh setan-setan. Oleh karena itu, setiap kali mereka melewatinya, seolah wajib memberikan sesajian baik berupa sirih dan pinang demi keselamatan atau terhindar dari bahaya. Pendapat lainnya mengatakan, lukisan dinding gua itu merupakan simbol keberadaan Suku Mairasi. Lain halnya dengan klan Watora, mereka menganggap lukisan telapak yang ada di tebing-tebing itu mereka anggap sebagai tempat singgah nenek moyang mereka ketika hendak pindah menuju Tanjung Bicari.

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI MALUKU

Pola Cap Tangan Gua di Maluku
sumber: wacana nusantara
Lukisan prasejarah dalam beberapa kasus dikaitkan dengan aspek kesenian. Lukisan itu dianggap sebagai cikal bakal seni lukis. Selama manusia tinggal di gua, selain berburu dan membuat alat-alat, manusia ternyata menggambar dinding gua mereka yang terkadang menunjukan aktivitas berburu dan ada juga yang menunjukan alam kepercayaannya