twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Friday, March 15, 2019

Nenek Moyang Bangsa Batak dari Suku Mansyuria (Manchuria) ?

Gambar: Map Wilayah Manchuria, sumber: wikipedia
Guru Besar Sosiologi-Antropologi Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof DR Bungaran Antonius Simanjuntak dalam makalahnya berjudul “Orang Batak dalam Sejarah Kuno dan Moderen” dalam seminar yang digagas DPP Kesatuan Bangso Batak Sedunia (Unity Of Bataknese In The World) di Medan beberapa waktu lalu, dengan menghadirkan Dr Thalib Akbar Selian MSc (Lektor Kepala/Research Majelis Adat Alas Kabupaten Aceh Tenggara), Drs S Is Sihotang MM (mantan Bupati Dairi), dan Nelson Lumban Tobing (Batakolog asal Universitas Sumatera Utara).

Friday, December 4, 2015

WARGA TIONGHOA TAK TERTULIS DI BUKU SEJARAH


(Foto: Istimewa-Majalah Detik)

Kiprah para warga Tionghoa mengangkat senjata saat perang kemerdekaan Indonesia adalah nyata. Sayangnya, kisah mereka tak pernah tertulis dalam buku-buku sejarah di sekolah. 

Absennya kiprah para pejuang Tionghoa dalam buku sejarah di sekolah ini memunculkan anggapan bahwa masyarakat dari etnis Tionghoa cuma berpangku tangan dan menjadi penonton pada era revolusi fisik.

Tuesday, December 1, 2015

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI PAPUA

Jejak Merah Telapak Tangan Distrik Kokas Fakfak
sumber : sarangenje.wordpress.com
Orang-orang tua dahulu menganggap lukisan gua prasejarah itu dibuat oleh setan-setan. Oleh karena itu, setiap kali mereka melewatinya, seolah wajib memberikan sesajian baik berupa sirih dan pinang demi keselamatan atau terhindar dari bahaya. Pendapat lainnya mengatakan, lukisan dinding gua itu merupakan simbol keberadaan Suku Mairasi. Lain halnya dengan klan Watora, mereka menganggap lukisan telapak yang ada di tebing-tebing itu mereka anggap sebagai tempat singgah nenek moyang mereka ketika hendak pindah menuju Tanjung Bicari.

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI MALUKU

Pola Cap Tangan Gua di Maluku
sumber: wacana nusantara
Lukisan prasejarah dalam beberapa kasus dikaitkan dengan aspek kesenian. Lukisan itu dianggap sebagai cikal bakal seni lukis. Selama manusia tinggal di gua, selain berburu dan membuat alat-alat, manusia ternyata menggambar dinding gua mereka yang terkadang menunjukan aktivitas berburu dan ada juga yang menunjukan alam kepercayaannya

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI SULAWESI TENGGARA



Gua Liang Kobori, Sulawesi Tenggara
sumber : http://arcapentura.blogspot.co.id


Berdasarkan hasil penelitian para arkeolog, gua dan ceruk (gua dangkal) yang didapati lukisan prasejarah di Pulau Muna berada di kawasan Liabano, Kotobu. Diantaranya gua Kolumbo, La Kabori, Mentanduro, Gua Toko, dan wa Bose, sedangkan untuk ceruk-ceruknya yang memiliki lukisan prasejarah adalah Ida Malangi, La Nasrofa, La Sabo, dan Tangga Ara.

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI KALIMANTAN

Cap Tangan Gua Tewet, Kalimantan.
Foto oleh Luc-Henri Fage, sumber wacana nusantara
Lukisan gua prasejarah di Kalimantan terbanyak dijumpai di Kalimantan Timur dan kemudian Kalimantan Barat. Penemuan pertama lukisan gua di Kalimantan Timur (di Kabupaten Kutai) diketahui dari tim arkeologi gabungan Indonesia dan Perancis pada tahun 1982. 1983 dan 1986. Penelitian kemudian ditindaklanjuti oleh Chazine pada tahun 1994 yang meneliti di wilayah situs Sungai Bungam (Kapuas Hulu) dan wilayah pegunungan Muller (Kutai).

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI INDONESIA

Cap Tangan Gua Tewet di Kalimantan
Foto oleh Luc-Henri Fage
sumber: wacana nusantara
Lukisan gua prasejarah yang cukup tua di Indonesia berasal kurang lebih dari 40.000 tahun yang lalu di Sulawesi. Cetakan serupa telah ditemukan di Afrika Selatan, Australia, Amerika Utara, Argentina dan Eropa. Diantara lukisan gua prasejarah itu ada lukisan cap tangan. Lukisan cap tangan adalah sesuatu yang sangat pribadi dan lebih emosional. Menggunakan mulut dan tangan–tidak ada yang lebih pribadi dari itu.

Monday, November 30, 2015

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI MAROS DAN PANGKEP SULAWESI SELATAN



“Lukisan Gua Pettakere, Maros”.
Foto oleh Cahyo Ramadhani
sumber: wacananusantara.org
Lukisan gua prasejarah di Indonesia telah berkembang pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Menurut analisis H.R. Van Hekeren (1972) kemungkinan besar beberapa gua yang terdapat di Sulawesi Selatan telah dihuni sejak ribuan tahun sebelum Masehi.

TOHJAYA

Tohjaya (lahir: ? - wafat: 1250) adalah raja Kerajaan Tumapel (atau Singhasari) yang memerintah tahun 1249 - 1250 menurut Pararaton. Akan tetapi menurut Nagarakretagama ia sama sekali tidak pernah menjadi raja di negeri itu.

KERIS EMPU GANDRING

Gbr Ilustrasi Keris Empu Gandring
Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok.

MPU GANDRING

Mpu Gandring adalah tokoh dalam Pararaton yang dikisahkan sebagai seorang pembuat senjata ampuh. Keris buatannya konon telah menewaskan Ken Arok pendiri Kerajaan Singosari.

KEN AROK

Patung Ken Arok di Malang
sumber: log.viva.co.id
Ken Arok atau sering pula ditulis Ken Angrok (lahir di Jawa Timur pada tahun 1182, wafat di Jawa Timur pada tahun 1247 atau 1227), adalah pendiri Kerajaan Tumapel (yang kemudian terkenal dengan nama Singhasari). Ia memerintah sebagai raja pertama bergelar Rajasa pada tahun 1222 - 1227 (atau 1247).

TUNGGUL AMETUNG

Tunggul Ametung adalah tokoh dalam Pararaton yang menjabat sebagai akuwu wilayah Tumapel, yaitu salah satu daerah bawahan kerajaan Kadiri pada masa pemerintahan Kertajaya (1185 - 1222). Ia kemudian mati dibunuh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian mendirikan Kerajaan Singhasari.

ANUSAPATI

Candi Kidal di Tumpang,
Malang, Jawa Timur
merupakan tempat Pemujaan
Raja Anusapati
Bhatara Anusapati adalah raja kedua Kerajaan Tumapel (atau kemudian terkenal dengan nama Singhasari), yang memerintah pada tahun 1227 - 1248 (versi Nagarakretagama), atau 1247 - 1249 (versi Pararaton).

KEN DEDES

Arca Prajnaparamita ditemukan 
dekat candi Singhasari dipercaya 
sebagai arca perwujudan Ken Dedes 
(koleksi Museum Nasional Indonesia)
Ken Dedes adalah nama permaisuri dari Ken Arok pendiri Kerajaan Tumapel (Singhasari). Ia kemudian dianggap sebagai leluhur raja-raja yang berkuasa di Jawa, nenek moyang wangsa Rajasa, trah yang berkuasa di Singhasari dan Majapahit. Tradisi lokal menyebutkan ia sebagai perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa, perwujudan kecantikan yang sempurna.

KEN DEDES, IKON DAN TELADAN

Arca Prajnaparamita, ditemukan dekat
 candi Singhasari dipercaya sebagai
arca perwujudan Ken Dedes
(koleksi Museum Nasional Indonesia).
sumber: wikipedia.org
Banyak predikat diberikan kepada Kota Malang, antara lain “Kota Indah, Kota Bunga, Kota Pendidikan, Kota Wisata” dan banyak lagi. Sebagai daerah yang telah meniti perjalanan panjang sejarahnya dan berperan penting bukan saja pada panggung sejarah lokal namun juga di panggung sejarah nasional lintas masa, maka predikat “Kota Bersejarah” kiranya layak juga disematkan padanya. Begitu pula, sebagai sentra peradaban masa lalu hingga masa kini, predikat “Kota Budaya” cukup pula alasan disandang olehnya. Dalam kaitan itu, pertanyaannya “ikon kota seperti apa yang tepat untuk mewadahi beragam predikat itu?”.

RUMAH ADAT SUKU BUGIS

Gmbr: ilustrasi Rumah Suku Bugis, sumber: portalbugis.com
Rumah adat suku Bugis dapat di bedakan berdasarkan status sosial orang yang menempatinya, beberapa di antaranya :
  • Saoraja (Sallasa) berarti rumah besar yang di tempati oleh keturunan raja (kaum bangsawan) dan 
  • Bola adalah rumah yang di tempati oleh rakyat biasa.

KOLEKSI FOTO KUNO PULAU BALI TEMPO DOLOE


Gmbr: Foto Gadis Bali thn 1936

Website Bali media info mempunyai banyak koleksi foto-foto kuno (tempo dulu) Pulau dewata Bali, silakan klik link sumber di akhir bawah bagi anda yang penasaran dan ingin mengetahui kehidupan sosial masyarakat dan sejarah Pulau Bali dari Tahun 1870 Hingga Tahun 1950 an

Sunday, November 29, 2015

SRI DIGWIJAYA SAATAPRABU RAJA YANG TERLUPAKAN



Suatu ketika bunyi "alarm" penjaga benteng terdengar secara tiba-tiba, sehingga mengagetkan seluruh penduduk dan para tetua desa. Dalam sekejap peperangan pun pecah, musuh yang datang dari arah barat laut tiba-tiba datang dan menyerang dengan membabi buta, sebuah desa yang sebelumnya aman tentram menjadi gaduh akan suara triakan dan dentuman logam senjata. Mekipun diserang dengan mendadak dan tiba-tiba dan karena kegigihan penduduk desa dan prajurit yang berjaga, perlawanan yang tidak sedikit memakan korban itupun berhasil memukul mundur musuh yang datang.

NGAYU, TRADISI SUKU DAYAK

Gbr ilustrasi: suku dayak dengan
tengkorak kepala manusia
Tulisan ini di sadur dari group face book The lost History of Nusantara, tanpa di edit, selamat membaca semoga menambah wawasan :)
Ada sebuah tradisi yang cukup mengerikan yang dimiliki suku dayak tradisi ini adalah Ngayau yakni sebuah tradisi memengal kepala ketika sedang berperang.