twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Showing posts with label idonesia. Show all posts
Showing posts with label idonesia. Show all posts

Friday, December 4, 2015

WARGA TIONGHOA TAK TERTULIS DI BUKU SEJARAH


(Foto: Istimewa-Majalah Detik)

Kiprah para warga Tionghoa mengangkat senjata saat perang kemerdekaan Indonesia adalah nyata. Sayangnya, kisah mereka tak pernah tertulis dalam buku-buku sejarah di sekolah. 

Absennya kiprah para pejuang Tionghoa dalam buku sejarah di sekolah ini memunculkan anggapan bahwa masyarakat dari etnis Tionghoa cuma berpangku tangan dan menjadi penonton pada era revolusi fisik.

Thursday, December 3, 2015

MITOS 350 TAHUN PENJAJAHAN BELANDA

gambar ilustrasi, peta VOC sumber : republika.co.id
Siapa bilang Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun? Bohong. Itu hanya mitos yang dibesar-besarkan politisi kolonial dan kemudian dilanggengkan pemerintah lewat buku pelajaran sekolah. Belanda, negeri kecil di Benua Eropa itu paling banter hanya menjajah wilayah Indonesia tak lebih dari 40 tahun. Itu pun dengan catatan luas wilayah Indonesia yang berbeda dari sekarang.

INDONESIA 350 TAHUN DI JAJAH BELANDA

Mitos 350 Tahun Penjajahan

gambar ilustrasi kapal dagang VOC, sumber : novalsossh.wordpress.com
Tak ada sejengkal pun wilayah Nusantara dijajah Belanda sampai tiga setengah abad. Oleh: Joss Wibisono 
SEBAGAI orang yang nyaris 25 tahun menetap di Belanda, saya sering ditanya tentang masa lampau Belanda di Indonesia. Ada pertanyaan menarik seperti adakah bekas-bekas masa lampau itu terlihat di Belanda? Ada pula pernyataan langsung seperti “Apakah Belanda sampai 350 tahun menjajah Indonesia?” Bagi saya, itu tidak terlalu menarik.

Tuesday, December 1, 2015

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI PAPUA

Jejak Merah Telapak Tangan Distrik Kokas Fakfak
sumber : sarangenje.wordpress.com
Orang-orang tua dahulu menganggap lukisan gua prasejarah itu dibuat oleh setan-setan. Oleh karena itu, setiap kali mereka melewatinya, seolah wajib memberikan sesajian baik berupa sirih dan pinang demi keselamatan atau terhindar dari bahaya. Pendapat lainnya mengatakan, lukisan dinding gua itu merupakan simbol keberadaan Suku Mairasi. Lain halnya dengan klan Watora, mereka menganggap lukisan telapak yang ada di tebing-tebing itu mereka anggap sebagai tempat singgah nenek moyang mereka ketika hendak pindah menuju Tanjung Bicari.

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI MALUKU

Pola Cap Tangan Gua di Maluku
sumber: wacana nusantara
Lukisan prasejarah dalam beberapa kasus dikaitkan dengan aspek kesenian. Lukisan itu dianggap sebagai cikal bakal seni lukis. Selama manusia tinggal di gua, selain berburu dan membuat alat-alat, manusia ternyata menggambar dinding gua mereka yang terkadang menunjukan aktivitas berburu dan ada juga yang menunjukan alam kepercayaannya

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI SULAWESI TENGGARA



Gua Liang Kobori, Sulawesi Tenggara
sumber : http://arcapentura.blogspot.co.id


Berdasarkan hasil penelitian para arkeolog, gua dan ceruk (gua dangkal) yang didapati lukisan prasejarah di Pulau Muna berada di kawasan Liabano, Kotobu. Diantaranya gua Kolumbo, La Kabori, Mentanduro, Gua Toko, dan wa Bose, sedangkan untuk ceruk-ceruknya yang memiliki lukisan prasejarah adalah Ida Malangi, La Nasrofa, La Sabo, dan Tangga Ara.

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI KALIMANTAN

Cap Tangan Gua Tewet, Kalimantan.
Foto oleh Luc-Henri Fage, sumber wacana nusantara
Lukisan gua prasejarah di Kalimantan terbanyak dijumpai di Kalimantan Timur dan kemudian Kalimantan Barat. Penemuan pertama lukisan gua di Kalimantan Timur (di Kabupaten Kutai) diketahui dari tim arkeologi gabungan Indonesia dan Perancis pada tahun 1982. 1983 dan 1986. Penelitian kemudian ditindaklanjuti oleh Chazine pada tahun 1994 yang meneliti di wilayah situs Sungai Bungam (Kapuas Hulu) dan wilayah pegunungan Muller (Kutai).

Thursday, November 19, 2015

ANDI ABDULLAH BAU MASSEPE

Pic : Andi Abdullah Bau Massepe
Andi Abduhlah Bau Massepe, adalah seorang Asisten Residen (Ken Kanrikan) yang dibentuk oleh Jepang ketika itu. Asisten Residen ini membawahi lima wilayah Onder Afdeling, Parepare, Sulawesi Selatan, sebagai Kantor Pusat, Pinrang, Barru, Sidrap, dan Enrekang.

ANDI MAPPANYUKKI

Pic Ilustrasi: Andi Mappanyukki
Andi Mappanyukki adalah salah tokoh pejuang dari Sulawesi Selatan. Ia adalah Putra dari Raja Gowa ke XXXIV yaitu I'Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang Sultan Husain Tu Ilang ri Bundu’na (Somba Ilang) dan I Cella We'tenripadang Arung Alita, putri tertua dari La Parenrengi Paduka Sri Sultan Ahmad, Arumpone Bone. Andi Mappanyukki mempunyai seorang istri yaitu I Mane'ne Karaengta Ballasari. Ia juga mempunyai beberapa anak antara lain:

ARUNG PALAKKA

Pic ilustrasi: Arung Palakka
Adalah Raja Bone ke-15 lahir pada 15 September 1634. Nama lengkapnya adalah Arung Palakka La Tenri Tatta Petta Malampee Gemme’na. Dalam sejarah Sulawesi Selatan di abad ke-17, khususnya dalam perang Makassar nama Latenri Tatta Arung Palakka tidak dapat dipisahkan. Menurut Mr. Strotenbekker, seorang sejarawan Belanda dalam bukunya tertulis silsilah yang menyatakan, bahwa Datu Soppeng ri Lau yang bernama Lamakkarodda Mabbelluwa’E kawin dengan We Tenri Pakku Putri raja Bone ke-6 La Uliyo Bote’E MatinroE ri Itterung.