twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Showing posts with label budaya nusantara. Show all posts
Showing posts with label budaya nusantara. Show all posts

Thursday, March 14, 2019

RELIGIUSITAS DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT BUGIS DAN MAKASSAR

RELIGIUSITAS DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR


Gbr: ilustrasi Pementasan teater I La Galigo Berlabuh di Makassar
sumber: indonesia.go.id

K
epercayaan lama orang Bugis dan Makassar yang bentuk dan manifestasinya masih bisa ditelusuri keberadaannya, sampai sekarang dalam konsep ketuhanan, misalnya, istilah Dewata Seuwa (Bugis) dan Tau ri A’rana (Makassar) masih sering diengar dan diyakini eksistensinya.
     

Monday, March 11, 2019

Struktur dan Konstruksi Arsitektur Rumah Tradisional Suku Toraja

Arsitektur Rumah Tradisional Suku Toraja 


Gambar: Cover Toraja Misiliana Hotel

1. Latar Belakang Sejarah 


Menurut Dawson & Gillow (1994) Toraja merupakan nama yang diberikan oleh Suku Bugis untuk orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan di sebelah utara semenanjung Sulawesi Selatan, yang hidup cenderung terisolasi. Berdasarkan tradisi yang berkembang turun-temurun, suku Toraja mempercayai bahwa nenek moyang mereka berasal dari pulau mistis yang disebut Pongko

Sunday, March 10, 2019

Struktur dan Konstruksi Rumah Tradisional Suku Minangkabau

Rumah Tradisional Suku Minangkabau

1. Sejarah Suku Minangkabau 

Rumah Gadang sebagai tempat tinggal keluarga besar di Minangkabau
1890 - 1920 Sumber Tropenmuseum / id.wikipedia.org
Suku Minangkabaumerupakan sekelompok suku bangsa yang mendiami daerah propinsi Sumatera Barat. Menurut Soeroto (Minangkabau, 2005), Sejarah kebudayaan Minangkabau diperkirakan berawal sekitar 500 tahun SM, ketika rumpun bangsa Melayu Muda masuk ke tanah Minang. Pembauran bangsa Melayu Tua dan Melayu Muda menurunkan leluhur suku Minangkabau sebagai pendukung kebudayaan Perunggu dan Megalithikum. 

Saturday, March 9, 2019

Struktur dan Konstruksi Rumah Tradisional Suku Batak Toba

Rumah Tradisional Suku Batak Toba 

1. Sejarah Suku Batak Toba 

Toba termasuk dalam Suku Bangsa Batak. Suku Batak secara umum dibedakan menjadi 6 etnik grup, yaitu : Toba, Karo, Angkola, Mandailing, Pakpak atau Dairi dan Simalungun. 

Rumah Adat Batak Toba, sumber Pesona Travel

Kelompok suku Batak berdiam di Propinsi Sumatera Utara. Menurut pendapat para antropolog dan sejarah, asal usul suku batak Toba tidak jauh berbeda dengan suku-suku lain di Kepulauan Nusantara yaitu berasal dari migrasi zaman Neolithikum dan Megalithikum. 

Friday, March 8, 2019

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "KALIMANTAN TIMUR"

KALIMANTAN TIMUR 


sumber sejarah-negara.com
Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri segi budaya dan adat yang sangat menarik. Budaya dan Adat Kalimantan Timur terbilang beragam dan cukup unik, Hal ini dapat terjadi karena pada provinsi ini ada banyak perpaduan dari berbagai suku yang ada.

Di Kalimantan Timur terdapat kelompok etnis : Ngaju, Otdanum, Apokayan, Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan, Punan, dan Bugis. 

Suku-suku yang mendominasi masyarakat Kalimantan Timur dengan ibukota Samarinda ini adalah : Suku Kutai, Suku Dayak Dan Suku Banjar.

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "KALIMANTAN SELATAN"

KALIMANTAN SELATAN

Pakaian Adat Kalsel
Bpk Joko Widodo (tiga dari kiri) bersama ibu Iriana (dua dari kiri)
serta bpk Jusuf Kalla dan Istri, serta para mantan presiden lainnya.
sumber kalsel.prokal.co
Kerajaan Banjar adalah nama lain dari sebutan Kerajaan Banjarmasin atau Kesultanan Banjar. Kerajaan Banjar menurut M. Idwar Saleh (1981/1982) berdiri pada tanggal 24 September 1526 sebagai sebuah kerajaan Islam.


Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "KALIMANTAN TENGAH"

KALIMANTAN TENGAH 

Dayak Ngaju Warrior
sumber id.wikipedia.org
Masyarakat Kalimantan Tengah terdiri atas etnis : Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak, Punau, Ngaju, dan Mbaluh. 

Beberapa subetnis Dayak yang terdapat di Kalteng yaitu Ngaju (subetnis terbesar yang mendiami daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito dan Katingan), Bakumpai (mendiami tepian daerah aliran sungai Barito ), Maanyan (mendiami bagian timur Kalteng seperti Barito Timur dan Barito Selatan), Ot Danum (mendiami daerah utara Kalteng), Siang Murung (mendiami Timur Laut Kalteng/Kabupaten Murung Raya), Taboyan (mendiami sepanjangan tepian aliran Sungai Teweh), Lawangan (mendiami bagian timur Kalteng/Barito Timur), Dusun (mendiami wilayah aliran sungai Barito dari Barito Selatan sampai Murung Raya), dan subetnis lainnya dalam jumlah kecil. 

Dayak Ngaju merupakan suku yang mendominasi wilayah ini dengan jumlah sekitar 47%, selebihnya adalah suku banjar serta suku suku lain yang datang dari luar daerah Kalimantan Tengah.

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "NUSA TENGGARA TIMUR"


NUSA TENGGARA TIMUR 


Pakaian Adat Suku Dawan NTT
sumber  sejarah-negara.com
Nusa Tenggara Timur atau NTT adalah sebuah provinsi yang pada jaman dahulu menjadi bagian dari wilayah kepulauan Sunda Kecil. Provinsi tersebut terdiri dari banyak pulau, antara lain : Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo, dan Pulau Palue.

Masyarakat Nusa Tenggara Timur terdiri atas etnis : Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, dan Flores. 

Nama pada etnis di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki ciri pengenal kolekstif yang diesebut nama marga/fam yang dipengaruhi nama Portugal. 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "NUSA TENGGARA BARAT"

NUSA TENGGARA BARAT 

Pakaian Adat  NTB (Nusa Tenggara Barat)
sumber: .sejarah-negara.com
Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB adalah suatu wilayah yang terletak di kepulauan Nusa Tenggara yang terdiri dari gugusan pulau kecil. 

Di antara deretan pulau ini, ada dua yang berukuran terbesar yaitu pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pulau Lombok mayoritas dihuni oleh suku Sasak sedangkan pulau Sumbawa mayoritas dihuni oleh suku Bima.

Meskipun terdiri dari dua budaya yang dominan, di tingkat Nasional, budaya suku Sasaklah yang sering dikemukakan. Hal tersebut disebabkan karena secara keseluruhan, suku Sasak merupakan suku mayoritas di Provinsi NTB dengan jumlah sebesar 68% dari populasi penduduknya.


"MAJAPAHIT TIMELINE" - Tahun Demi Tahun - Sejarah Berdirinya Sampai Kehancurannya

MAJAPAHIT TIMELINE - Tahun 1268  sampai dengan tahun  1527


.
Surya Majapahit suber: wikipedia.org
  • 1268 - Kertanegara naik tahta secara damai menjadi Raja Singasari.
  • 1280 - Kubilai Khan mulai mengutus beberapa ekspedisi ke Jawa agar Raja Jawa mengakui dan takluk kepada Mongol.
  • 1289 - Meng Khi utusan Kubilai Khan dilukai dan diusir pulang oleh Raja Singasari kala itu, Kertanegara. Kubilai Khan raja Mongol marah besar.
  • 1290 - Gajah Mada Lahir[?].
  • 1292 - Raja Kubilai Khan mengirimkan pasukannya ke Jawa (Singasari) untuk membalas penghinaan Meng Khi.

SEJARAH "KUTANG" DI TANAH AIR

Sejarah "KUTANG" di Nusantara


Telanjang dada bagi perempuan di Indonesia pada masa lalu merupakan hal yang lumrah.
Tidak ada tudingan porno ataupun pamer keseksian. Ini karena tradisi ketika itu belum mengenal penutup dada seperti zaman sekarang. Bertelanjang dada, bukan hal tabu bagi kebanyakan perempuan-perempuan Indonesia di masa lalu. Perlahan-lahan, setelah distribusi kain, kutang atau BH semakin mudah, dada perempuan-perempuan Indonesia makin tertutup.

Thursday, March 7, 2019

Terjemahan KAKAWIN DESAWARNANA (NEGARA KERTAGAMA) Oleh Mpu Prapanca

KAKAWIN DESAWARNANA (NEGARA KERTAGAMA) Oleh Mpu Prapanca


Gbr. Sampul Buku Kakawin
Oleh Tjahja Tribinuka

Kakawin merupakan wacana puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa kuna atau dengan kata lain semua wacana puisi berbahasa Jawa kuna disebut dengan kakawin. 

Secara etimologi, kata kakawin sebagai campuran dari kata Sanskerta kawi 'penyair' serta afiks Jawa (kuna) ka- dan -n, yang berarti 'karya seorang penyair' atau 'syair (puisi) karya penyair, bisa dikatakan merupakan kakawin Jawa Kuno karya Empu Prapañca yang paling termasyhur. 

Kakawin ini adalah yang paling banyak diteliti pula. Kakawin yang ditulis tahun 1365 ini, pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1894 oleh J.L.A. Brandes, seorang ilmuwan Belanda yang mengiringi ekspedisi KNIL di Lombok. Ia menyelamatkan isi perpustakaan Raja Lombok di Cakranagara sebelum istana sang raja akan dibakar oleh tentara KNIL.

Wednesday, March 6, 2019

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "BALI"

BALI 

Gbr: Baju Adat,bpk. Jokowi di Pesta Kesenian Bali, 

sumber liputan6.com
Masyarakat etnis yang berada di Bali adalah : Bali Aga dan Bali Majapahit. Masyarakat Bali menganut sistem catur warna yang membagi kedalam 4 (empat) kelompok dengan ciri pengenal kolekstifnya pada nama depan yaitu :


A. berdasarkan warna/kasta

1. Kasta Brahmana. 
Brahmana Brahmana adalah seseorang yang ahli dalam bidang agama yang berfungsi sebagai rohanian dan memimpin upacara, seperti Pendeta, Ida Bedanda dan sebagainya dan di beri gelar 
  • Ida Bagus untuk Pria dan 
  • Ida Ayu untuk Wanita. 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "JAWA TENGAH"

JAWA TENGAH 

Gbr. pakaian adat Jawa Tengah,
Sumber: carakus.com
Masyarakt Jawa Tengah terdiri atas etnis: Jawa, Karimun, Samin, Bagelen, Banyumas. Masyarakat etnis asli yang berada di wilayah Jawa Tengah pada umumnya tidak memiliki nama marga atau nama keluarga, tetapi memiliki nama Klan (nama yang biasanya berasal dari nama orang tua, umumnya melalui garis patrilineal yang kemudian dijadikan sebagai nama kelompok yang memiliki ikatan darah atau keturunan yang sama). 

Nama Klan pada masyarakat etnis Jawa tidak sama dengan nama Klan yang digunakan pada masyarakat etnis yang berada pada masyarakat Sumatra Utara, Nusa Tenggara, dan sebagainya. 

Pada umumnya nama masyarakat etnis di Jawa berpola nama patronemik (nama ayah yang digunakan oleh anaknya), misalnya: Hasyim Joyohadikusumo nama Klannya adalah Joyohadikusumo yang berasal dari nama ayahnya yaitu Sumitro Joyohadikusumo. 

Masyarakat etnis di Jawa Tengah lebih mengenal gelar adat dan gelar kebangsawanan dibandingakan dengan nama marga. Gelar kebangsawanan berasal dari Keraton Surakarta. 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "BANGKA BELITUNG"

BANGKA BELITUNG 

Gbr. Pakaian Adat Bangka Belitung,
sumber carakus.com
Wilayah Bangka Belitung terdiri atas etnis: Bangka, Melayu, dan Tionghoa. Pada masyarakat etnis yang berada diwilayah tersebut, pemberian gelar adat atau gelar kebangsawanan dipengaruhi oleh budaya Melayu yang berasal dari Kesultanan Johor dan Kesultanan Palembang yang berasal dari kerajaan Demak di pulau Jawa. 
Saat ini Lembaga Adat Bangka Barat melestarikan nilai-nilai adat dan budaya dengan memberikan gelar adat yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang dianggap turut serta memelihara dan menjaga marwah negeri Sejiran Setason, dengan tetap memperhatikan sejarah dan kondisi saat ini.

1. Gelar adat dan gelar kehormatan

(gelar kehormatan) antara lain terdiri atas: 
  • Datok Wira Dikrama Duta Perkasa : Y.A.B. Prof. Datuk Dr. Hj. Abdul Latif Abu Bakar/Tokoh Adat Melayu 
  • Datuk Citya Nindita Muda Permata: Y.T.H. Marzuki Alie/Ketua DPR RI 
  • Datok Wira Dikrama Duta Utama : Y.A.B. Datuk Seri Hj. Mohamad Alin Bin Mohamad Rustam/Ketua Menteri Melaka/Ketua DMDI 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "LAMPUNG"

LAMPUNG 

Gbr: Pakaian adat Lampung, sumber carakus.com
Masyarakat adat Lampung memiliki kebudayaan khas lokal (local genius) yang berkembang sejak berabad-abad lalu. Penduduk asli Propinsi Lampung diikat oleh tali kekerabatan. Hubungan kekerabatan terjadi karena pertalian darah, pertalian perkawinan, serta pertalian adat (pengangkatan saudara atau muari). 
Masyarakat Lampung terdiri atas etnis Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang, Krui Abung, dan Pasemah. 

1. Marga 

Marga yang digunakan masyarakat etnis Lampung terbentuk karena 2 hal yaitu: karena adaya ikatan kebuwayan dan berdasarkan teritorial. Ikatan kebuwayan merupakan ikatan yang terjadi karena adanya kekerabatan yang lebih tinggi sehingga membentuk satu kelompok marga. 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "SUMATRA SELATAN"

SUMATRA SELATAN 

Gbr. Pakaian adat sumatra selatan, 
sumber: carakus.com
Dalam tata kehidupan masyarakat Sumatera Selatan tidak mengenal kasta dan tingkat, hal ini karena pengaruh kebudayaan Budha Hinayana pada abad VII yang tidak membedakan kedudukan manusia, kemudian diperkuat dengan masuknya agama Islam yang hanya mengenal perbedaan manusia berdasarkan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 

Masyarakat Sumatera Selatan terdiri dari etnis: Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan Ranau. 

Nama marga yang diguankan etnis Sumatera Selatan mengacu pada nama wilayah, sehingga marga merupakan nama bagi satu kelompok masyarakat yang tinggal dalam ikatan kebudayaan, adat istiadat dan teritorial yang sama. Setiap marga dipimpin oleh seorang kepala marga yang dipilih oleh anggota marga, kepala marga memiliki gelar pangeran atau Depati.
 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "BENGKULU"

BENGKULU

Gbr: Pakaian adat Bengkulu, Sumber carakus.com
Etnis yang terdapat di Bengkulu adalah : Mukoko, Pekal, Serawai, Pasemah, Enggano, Kaur, Rejang dan Lembak. Masyarakat Bengkulu pada masa lampau para kepala wilayah membawahi beberapa marga atau gelar, sedangkan kepala wilayah tersebut memperoleh gelar karena jabatan yang dimilikinya, dan nama gelar dari setiap wilayah berbeda. 

Pembagian gelar berdasarkan wilayah 
antara lain adalah : 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "KEPULAUAN RIAU"

KEPULAUAN RIAU 

Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan - Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup :
- Kota Tanjungpinang, 
- Kota Batam, 
- Kabupaten Bintan, 
- Kabupaten Karimun, 
- Kabupaten Natuna, 
- Kabupaten Kepulauan Anambas dan 
- Kabupaten Lingga. 

Nama Marga/Fam, Gelar Adat, Gelar Bangsawan di "RIAU (Daratan)"

RIAU (Daratan) 

Pakaian adat Riau, sumber perpustakaan.id
Masyarakat Melayu Riau Daratan, yaitu masyarakat Melayu Riau yang bermukim di kawasan provinsi Riau, terdiri atas: 
- Melayu, Melayu Riau,
- Melayu Riau Pesisir,
- Melayu Pedalaman.
- Imperium Melayu

Riau adalah penyambung warisan Sriwijaya. Kedatangan Sri Wijaya berawal sejak tahun 517 sampai dengan 683 di bawah kekuasaan Melayu, meliputi daerah Sumatera Tengah dan Selatan.