twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Friday, March 15, 2019

Nenek Moyang Bangsa Batak dari Suku Mansyuria (Manchuria) ?

Gambar: Map Wilayah Manchuria, sumber: wikipedia
Guru Besar Sosiologi-Antropologi Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof DR Bungaran Antonius Simanjuntak dalam makalahnya berjudul “Orang Batak dalam Sejarah Kuno dan Moderen” dalam seminar yang digagas DPP Kesatuan Bangso Batak Sedunia (Unity Of Bataknese In The World) di Medan beberapa waktu lalu, dengan menghadirkan Dr Thalib Akbar Selian MSc (Lektor Kepala/Research Majelis Adat Alas Kabupaten Aceh Tenggara), Drs S Is Sihotang MM (mantan Bupati Dairi), dan Nelson Lumban Tobing (Batakolog asal Universitas Sumatera Utara).

Tuesday, February 12, 2019

CERITRA SAWERIGADING 1 (Versi Group Sejarah Tanah Luwu)


Story About Sawerigading 

Gbr: Ilustrasi pentas seni 
by: Musly Anwar
Sejarah Luwu tidak dapat dilepaskan dari tokoh Sawerigading. Meski sebagian orang menganggap tokoh Sawerigading hanya sebuah mitos belaka. Buku Keadatuan Luwu Perspektif Arkeologi, Sejarah, dan Antropologi karya Moh Ali Fadillah dkk menjelaskan tentang silsilah Sawerigading. Sawerigading adalah putra dari Batara Lattu dan We Opu Senggeng. Sementara Batara Lattu adalah putra dari Batara Guru dan We Nyilik Timok. Sawerigading memiliki saudara kembar perempuan yang bernama We Tenri Abeng. Setelah dewasa, Sawerigading menikah dengan I We Cudai. Hasil dari perkawinannya ini melahirkan I Lagaligo, I Tenridio`, dan Tenribalobo. Ia juga mempunyai anak bernama We Tenriwaru dari hasil pernikahannya dengan I We Cimpau.




Friday, December 18, 2015

MAYAT BERJALAN

MISTERI MAYAT BERJALAN DI TORAJA, SUL-SEL
By Yohanis Tappi on Tuesday, June 4, 2013 at 8:41pm


Sekitar tahun 1905 telah ditemukan mayat manusia yang utuh, tidak busuk sampai sekarang. Mayat itu tidak dibalsem seperti jang dilakukan orang-orang Mesir Purba bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh.

Thursday, December 17, 2015

TO PADA TINDO (Sejarah Terbentuknya di Tondok Lepongan Bulan)


TO PADA TINDO ; “UNTULAK BUNTUNNA BONE, ULLANGDA’ TO SENDANA BONGA”
By EP on Tuesday, December 2, 2014 at 7:47am

Sekitar abad ke-15, sejumlah pedagang-pedagang barang porselen, tenunan dan berbagai perhiasan emas masuk ke Tondok Lepongan Bulan. Mereka melalui daerah selatan dan pedagang pertama yang terkenal adalah pedagang besar Jawa yang bernama Puang Rade’ (versi lain Raden). Orang inilah yang mengajari masyarakat Toraja cara menempa emas yang disimpan oleh bangsawan Toraja, dan mulai saat itu juga emas tdl lagi dijual dalam bentuk bijih emas (Bulaan Bubuk) tetapi sudah dalam bentuk perhiasan.

BRIGADIR JENDERAL TNI (Purn) FRANS KARANGAN (Pejuang Toraja Pada Zaman Gerombolan)



BRIGADIR JENDERAL TNI (Purn) FRANS KARANGAN
By EP on Tuesday, December 2, 2014 at 7:52am



BRIGJEN TNI (Purn) FRANS KARANGAN
sumber : http://jaringangin1.blogspot.co.id/
Apakah anda pernah mendengar nama ini ?
Figur ini adalah pejuang Toraja pada zaman pergolakan gerombolan. Zaman gerombolan adalah zaman pemberontakan setelah kemerdekaan yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Pemberontakan yang terbesar adalah diproklamirkannya Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) oleh Letnan Kolonel Kahar Muzakkar sbg pembangkangan kepada Pemerintah atas tdk di akomodirnya seluruh prajurit Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yg dipimpinnya menjadi Brigade Hasanuddin, yg kemudian menjadi cikal bakal Kodam XIV Hasanuddin.

Hanya sekitar 30 % pasukan KGSS pimpinan Kahar Musakkar yg memenuhi syarat kemiliteran tertampung di Brigade Hasanuddin, di antaranya Andi Selle dan Andi Sose.

ASAL USUL ORANG TORAJA



ASAL-USUL ORANG TORAJA
By EP on Tuesday, December 2, 2014 at 7:43am


Puang Matua (Sang Pencipta) menurunkan Aluk yang dinamakan “Sukaran Aluk (Sukaran=aturan, Aluk=agama)”. Bersamaan dengan itu diciptakan nenek manusia pertama Datu La Ukku’. Puang Matua menciptakan segala isi bumi ini, dan menciptakan delapan unsur atau makhuk diatas langit melalui suatu tempat ciptaan yg disebut “Saung Sibarrung” (semacam alat tiup saxophone ).

OSSORAN TEMPON DAOMAI LANGI'


OSSORAN TEMPON DAOMAI LANGI'
By : Yohanis Tappi & Chavon Lisulembang, on Friday, June 21, 2013 at 11:58am


(Naosso' Ne' Mani', to minaa daomai Sereale)
  1. Langi'mo mula-mulanna sola tana. Nagaragai ampunna tana,ampunna lino. / Sirampanammi kapa' langi' na tana. Dadimi tau a'pa',iamo tu: disanga Puangdilalundun, disanga Labiu-biu, disanga Indo' Ongon-Ongon, disanga Simbolongpadang. /

Friday, December 4, 2015

WARGA TIONGHOA TAK TERTULIS DI BUKU SEJARAH


(Foto: Istimewa-Majalah Detik)

Kiprah para warga Tionghoa mengangkat senjata saat perang kemerdekaan Indonesia adalah nyata. Sayangnya, kisah mereka tak pernah tertulis dalam buku-buku sejarah di sekolah. 

Absennya kiprah para pejuang Tionghoa dalam buku sejarah di sekolah ini memunculkan anggapan bahwa masyarakat dari etnis Tionghoa cuma berpangku tangan dan menjadi penonton pada era revolusi fisik.

Thursday, December 3, 2015

MITOS 350 TAHUN PENJAJAHAN BELANDA

gambar ilustrasi, peta VOC sumber : republika.co.id
Siapa bilang Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun? Bohong. Itu hanya mitos yang dibesar-besarkan politisi kolonial dan kemudian dilanggengkan pemerintah lewat buku pelajaran sekolah. Belanda, negeri kecil di Benua Eropa itu paling banter hanya menjajah wilayah Indonesia tak lebih dari 40 tahun. Itu pun dengan catatan luas wilayah Indonesia yang berbeda dari sekarang.

INDONESIA 350 TAHUN DI JAJAH BELANDA

Mitos 350 Tahun Penjajahan

gambar ilustrasi kapal dagang VOC, sumber : novalsossh.wordpress.com
Tak ada sejengkal pun wilayah Nusantara dijajah Belanda sampai tiga setengah abad. Oleh: Joss Wibisono 
SEBAGAI orang yang nyaris 25 tahun menetap di Belanda, saya sering ditanya tentang masa lampau Belanda di Indonesia. Ada pertanyaan menarik seperti adakah bekas-bekas masa lampau itu terlihat di Belanda? Ada pula pernyataan langsung seperti “Apakah Belanda sampai 350 tahun menjajah Indonesia?” Bagi saya, itu tidak terlalu menarik.

Tuesday, December 1, 2015

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI PAPUA

Jejak Merah Telapak Tangan Distrik Kokas Fakfak
sumber : sarangenje.wordpress.com
Orang-orang tua dahulu menganggap lukisan gua prasejarah itu dibuat oleh setan-setan. Oleh karena itu, setiap kali mereka melewatinya, seolah wajib memberikan sesajian baik berupa sirih dan pinang demi keselamatan atau terhindar dari bahaya. Pendapat lainnya mengatakan, lukisan dinding gua itu merupakan simbol keberadaan Suku Mairasi. Lain halnya dengan klan Watora, mereka menganggap lukisan telapak yang ada di tebing-tebing itu mereka anggap sebagai tempat singgah nenek moyang mereka ketika hendak pindah menuju Tanjung Bicari.

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI INDONESIA

Cap Tangan Gua Tewet di Kalimantan
Foto oleh Luc-Henri Fage
sumber: wacana nusantara
Lukisan gua prasejarah yang cukup tua di Indonesia berasal kurang lebih dari 40.000 tahun yang lalu di Sulawesi. Cetakan serupa telah ditemukan di Afrika Selatan, Australia, Amerika Utara, Argentina dan Eropa. Diantara lukisan gua prasejarah itu ada lukisan cap tangan. Lukisan cap tangan adalah sesuatu yang sangat pribadi dan lebih emosional. Menggunakan mulut dan tangan–tidak ada yang lebih pribadi dari itu.

Monday, November 30, 2015

LUKISAN GUA PRASEJARAH DI MAROS DAN PANGKEP SULAWESI SELATAN



“Lukisan Gua Pettakere, Maros”.
Foto oleh Cahyo Ramadhani
sumber: wacananusantara.org
Lukisan gua prasejarah di Indonesia telah berkembang pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Menurut analisis H.R. Van Hekeren (1972) kemungkinan besar beberapa gua yang terdapat di Sulawesi Selatan telah dihuni sejak ribuan tahun sebelum Masehi.

TOHJAYA

Tohjaya (lahir: ? - wafat: 1250) adalah raja Kerajaan Tumapel (atau Singhasari) yang memerintah tahun 1249 - 1250 menurut Pararaton. Akan tetapi menurut Nagarakretagama ia sama sekali tidak pernah menjadi raja di negeri itu.

KERIS EMPU GANDRING

Gbr Ilustrasi Keris Empu Gandring
Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok.

MPU GANDRING

Mpu Gandring adalah tokoh dalam Pararaton yang dikisahkan sebagai seorang pembuat senjata ampuh. Keris buatannya konon telah menewaskan Ken Arok pendiri Kerajaan Singosari.

TUNGGUL AMETUNG

Tunggul Ametung adalah tokoh dalam Pararaton yang menjabat sebagai akuwu wilayah Tumapel, yaitu salah satu daerah bawahan kerajaan Kadiri pada masa pemerintahan Kertajaya (1185 - 1222). Ia kemudian mati dibunuh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian mendirikan Kerajaan Singhasari.

KEN DEDES, IKON DAN TELADAN

Arca Prajnaparamita, ditemukan dekat
 candi Singhasari dipercaya sebagai
arca perwujudan Ken Dedes
(koleksi Museum Nasional Indonesia).
sumber: wikipedia.org
Banyak predikat diberikan kepada Kota Malang, antara lain “Kota Indah, Kota Bunga, Kota Pendidikan, Kota Wisata” dan banyak lagi. Sebagai daerah yang telah meniti perjalanan panjang sejarahnya dan berperan penting bukan saja pada panggung sejarah lokal namun juga di panggung sejarah nasional lintas masa, maka predikat “Kota Bersejarah” kiranya layak juga disematkan padanya. Begitu pula, sebagai sentra peradaban masa lalu hingga masa kini, predikat “Kota Budaya” cukup pula alasan disandang olehnya. Dalam kaitan itu, pertanyaannya “ikon kota seperti apa yang tepat untuk mewadahi beragam predikat itu?”.

Sunday, November 29, 2015

SRI DIGWIJAYA SAATAPRABU RAJA YANG TERLUPAKAN



Suatu ketika bunyi "alarm" penjaga benteng terdengar secara tiba-tiba, sehingga mengagetkan seluruh penduduk dan para tetua desa. Dalam sekejap peperangan pun pecah, musuh yang datang dari arah barat laut tiba-tiba datang dan menyerang dengan membabi buta, sebuah desa yang sebelumnya aman tentram menjadi gaduh akan suara triakan dan dentuman logam senjata. Mekipun diserang dengan mendadak dan tiba-tiba dan karena kegigihan penduduk desa dan prajurit yang berjaga, perlawanan yang tidak sedikit memakan korban itupun berhasil memukul mundur musuh yang datang.

NGAYU, TRADISI SUKU DAYAK

Gbr ilustrasi: suku dayak dengan
tengkorak kepala manusia
Tulisan ini di sadur dari group face book The lost History of Nusantara, tanpa di edit, selamat membaca semoga menambah wawasan :)
Ada sebuah tradisi yang cukup mengerikan yang dimiliki suku dayak tradisi ini adalah Ngayau yakni sebuah tradisi memengal kepala ketika sedang berperang.